Satu persatu rintik hujan mulai berdatangan, menciptakan elemen berselimut kesedihan.
Bak anak anak SD yang masuk waktu istirahat, kemudian hujan berhamburan.
Iya. Seperti itu pun rinduku.
Datang tanpa dikomando, lalu mengungkit semua yang mulai terlupakan.
Jadi, bagaimana kabarmu disana?
Apa kamu masih sama?
Suka bermain hujan sampai lupa segala?
Hahaha
Aku ingat, setiap kamu mulai masuk ke duniamu.
Aku cuma bisa tersungut cemberut.
Tapi..Aku selalu suka caramu bermain dengan hujan.
Bergerak lincah, mengekspresikan kegembiraan yang membuncah.
Berlarian, selayaknya bulir hujan itu teman.
Hehe..
Oh iya.
Aku mau bilang terimakasih.
Karnamu, sekarang aku berteman dengan hujan.
Yang selalu membisikki kabarmu ketika rindu menusuk ulu.
Ya sudah.
Itu dulu yang bisa aku ramu.
Doaku, semoga hujan tetap menjadi mata mata sejati diantara aku dan kamu.
Hehe...
![]() |
| Sumber Gambar: Disini |


temuin lah biar rindunya terobati...
BalasHapussaat musim kemarau tiba, mngk itu jadi titik balik kepuitisanmu haha
BalasHapus*kemudian galau
BalasHapusduh, leh ku moco kok y pas malem minggu :(
Kunjungan pertama, terperangah dengan banner.
BalasHapusPosting pertama...bagus brur puisimu.
salam kenal
aamin,,,
BalasHapus